Laut

Jumat, 07 Oktober 2011

Akuarium Arwana

Akuarium Arwana

 

Ukuran Aquarium/Tank
Standar ukuran aquarium yang di anjurkan untuk pemeliharaan arowana adalah 150 cm x 60 cm x 60 cm, dengan ketebalan kaca setebal 10 mm/ 1 cm. Ukuran tersebut untuk pemeliharaan 1 ekor arowana dalam satu tank.
Jika ingin memelihara arowana dalam jumlah lebih dalam satu tank, di anjurkan dengan ukuran aquarium 200 cm x 60 cm x 70 cm, dengan ketebalan kaca 12 mm. Untuk ukuran ini dianjurkan menggunakan kaca jenis tempered/kaca yang sudah oven/dipanaskan.
akuarium untuk arwana
Pemeliharaan arowana lebih dari satu ekor dalam satu tank/aquarium dianjurkan sebanyak 6 ekor/lebih. Hal tersebut untuk menghindari perkelahian antara arowana yang bisa menyebabkan luka bahkan kematian.

Tinggi meja:

Ketinggian meja / kaki aquarium minimal dibuat dengan ketinggian 100 cm. Hal ini untuk memperjauh jarak pandang arowana ke lantai yang bisa menyebabkan mata arowana menjadi juling karena selalu melihat kelantai.
Background / Latar Belakang:
Aquarium dianjurkan menggunakan latar belakang berupa gambar / sticker / cat. Warna menurut selera. Namun sebagian besar hobbies menggunakan warna latar sesuai jenis arowana yang dipelihara, misalnya:
- Super Red = Latar hitam
- Golden Cross Back = Latar hitam
- Red Tail Golden = Latar biru / putih
- Bandjar Red = Latar biru / putih
- Silver = Latar hitam / biru
Sistem Filtrasi:
Sistem filtrasi yang biasa digunakan adalah sistem; side filter box(filter samping), top filter box(filter atas), filter terpisah dari aquarium(biasanya menggunakan mesin jenis canister), sump filter(dengan cara menyedot dari bawah & menggunakan aquarium kecil di bagian bawah sebagai kotak filter).
Dalam memelihara arowana di sarankan untuk menggunakan sistem sump filter, karena sistem mampu menyedot kotoran yang ada di air. Disamping itu juga mudah untuk membersihkannya

BUDIDAYA IKAN KOKI

BUDIDAYA IKAN KOK

Budidaya Ikan Koki Ikan hias memiliki daya tarik tersendiri karena mempunyai keunikan seperti keindahan warna, sirip, ekor, serta gerakan yang lemah lembut. Para penggemar ikan hias biasanya memulai dari hobi, kemudian beralih menjadi sebuah bisnis, dan akhirnya berkembang menjadi bisnis besar dengan tingkat perputaran modal tinggi serta memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan.
Ditinjau dari aspek investasi dan permodalan bisnis ikan hias tidak membutuhkan investasi yang terlalu besar. Lahan yang diperlukan tidak luas, sehingga cocok untuk diusahakan di pekarangan rumah tangga dengan skala usaha kecil.
Namun demi kelancaran usaha hendaknya diperhitungkan beberapa hal yang penting antara lain: kontinyuitas ketersediaan benih dan mudah didapat, harga layak, kualitas memenuhi standar yang ditentukan. Setiap usaha pasti mengandung risiko, namun risiko dapat diperkecil dengan manajemen usaha yang baik. Oleh karena itu, diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat diperoleh dengan upaya peningkatan SDM melalui pelatihan teknis dan manajemen usaha. Demikian pula dengan dukungan modal. Karena sekecil apapun bentuk usaha, tentu memerlukan dukungan modal. Di sinilah pentingnya kemitraan usaha antara penyedia modal (perbankan/lembaga keuangan lainnya) dengan para pembudidaya ikan.
Berikut ini adalah Usaha pemijahan ikan Mas Koki secara ekonomi mampu memberikan keuntungan yang cukup memadai sebagai usaha sampingan, disamping menikmati hobby terhadap ikan hias.
Ikan Mas Koki kualitas bagus dan sirip ekor bagus (cabang empat), nilai jual mencapai Rp. 20.000 / ekor.
Tak perlu dibahas ikan koki seperti apa. Hampir semua orang sudah mengenalnya, termasuk jenis-jenisnya. Karena ikan ini banyak dijual di toko-toko ikan hias dan juga penjual ikan hias di pinggiran jalan, bahkan penjual asongan. Yang perlu diketahui adalah budidayanya. Karena tidak semua orang tahu, terutama pembenihannya.
Beda jantan dan betina
Jantan dan betina ikan koki dapat dibedakan dengan melihat tanda-tanda pada tubuhnya. Jantan dicirikan dengan tubuh lebih langsing dari betina dan memiliki sirip dada yang kasar di bagian belakangnya, dengan bentuk seperti gundukan pasir. Jantan yang matang kelamin akan keluar cairan berwarna putih susu, bila dipijit ke arah lubang kelamin.
Sedangkan betina bertubuh lebih gendut dan memiliki sirip dada yang halus di bagian belakangnya. Kemudian betina yang sudah bertelur dan matang gonad perutnya terasa lembek, bila diraba, berbeda sekali dengan betina yang belum matang gonad. Induk jantan dan betina harus sudah berumur 6 bulan.
Pematangan gonad
Pematangan gonad dilakukan di akuarium. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup selama pematangan gonad; masukan 10 ekor induk; beri pakan berupa pelet kecil atau cacing darah secukupnya (bila telur ingin bagus ditambah jentik nyamuk). Jantan dan betina dipelihara terpisah.
Pematangan gonad bisa juga dilakukan di bak semen. Caranya, siapkan sebuah bak semen ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 50 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 4 titik aerasi; masukan 40 – 50 ekor induk; beri pakan berupa pelet kecil atau cacing darah secukupnya (bila telur ingin bagus ditambah dengan jentik nyamuk). Jantan dan betina dipelihara terpisah.
Pematangan gonad bisa juga dilakukan di bak fibreglass. Caranya, Caranya, siapkan sebuah bak fibreglass ukuran panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 50 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm dan biarkan mengalir selama pematangan gonad; masukan 20 – 25 ekor induk; beri pakan berupa pelet kecil atau cacing darah secukupnya (bila telur ingin bagus ditambah dengan jentik nyamuk). Jantan dan betina dipelihara terpisah.
Pemijahan
Pemijahan dilakukan di akuarium. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan sebuah alat penempel telur berupa ijuk (kakaban kecil) atau 3 rumpun eceng gondok; masukan 1 ekor induk betina; masukan 2 ekor induk jantan; biarkan memijah. Pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam hingga pagi hari.
Pemijahan bisa juga dilakukan di bak fibreglass. Caranya, siapkan sebuah fibreglass ukuran panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 50 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 4 titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; pasang hapa halus dengan ukuran yang sama dengan fibreglass; masukan ijuk atau dua buah kakaban kecil; masukan 5 ekor induk betina; masukan juga 10 ekor induk jantan; biarkan memijah dengan sendirinya. Pemijahan ini juga biasanya terjadi pada tengah malam hingga pagi hari.
Penetasan dan pendederan I
Penetasan dilakukan di akuarium pemijahan. Caranya, tangkap induk jantan yang telah memijah dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; tangkap pula induk betina yang telah memijah dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; periksa aerasi dan biarkan hidup selama penetasan; biarkan menetas. Penetasan berlangsung selama 2 – 3 hari. Setelah menetas, kakaban atau tanaman air diangkat.
Pada budidaya ikan koki, penetasan umumnya dilanjutkan dengan pendederan I, dengan perlakuan pemberian pakan. Dua hari setelah menetas atau ketika larva mulai berenang diberi pakan berupa emulsi kuning telur yang sudah direbus (1/4 bagian) hingga umur 9 hari (kuning telur rebus yang disaring dengan kain halus). Setelah umur 10 hari diberi pakan berupa cacing rambut atau dapnia yang sudah disaring. Panen dilakukan setelah satu bulan.
Penetasan bisa dilakukan di bak fibreglass pemijahan. Caranya, tangkap induk jantan yang telah memijah dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; tangkap pula induk betina yang telah memijah dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; periksa aerasi dan biarkan hidup selama penetasan; biarkan menetas. Penetasan berlangsung selama 2 – 3 hari. Pada penetasan di fibreglass juga dilanjutkan dengan pendederan I, dengan perlakuan yang sama.
Pendederan II
Pendederan II dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup selama pendederan; masukan 50 ekor benih koki yang berasal dari pendederan I dan sudah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yang sudah disaring sesuai dengan kebutuhan; panen setelah satu bulan; seleksi ukurannya.
Pendederan III
Pendederan III dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup selama pendederan; masukan 30 ekor benih koki yang berasal dari pendederan II dan sudah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yang sudah disaring sesuai dengan kebutuhan; panen setelah satu bulan; seleksi ukurannya.
Pembesaran
Pendederan III dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup selama pendederan; masukan 20 ekor benih koki yang berasal dari pendederan III dan sudah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yang sudah disaring sesuai dengan kebutuhan; panen setelah dua bulan; seleksi ukurannya. Ikan koki hasil dari pembesaran berukuran 5 – 7 cm dan sudah bisa dijual.

SELINGAN NIH...............

Jenis - Jenis Hamster

1.Hamster Syrian

 

Hamster Syrian ini di Indonesia memiliki berbagai sebutan 'aneh' sebagai hamster lokal, giant hamster dan hamster Australia.

Disebut sebagai hamster lokal karena asalnya dari Indonesia tapi katanya sih karena diternakkan di Indonesia (padahal hamster jenis lain juga semua diternakkan di Indonesia). Jadi tidak mengacu pada mahal atau murahnya hamster itu sendiri.
Disebut giant hamster karena memang ukuran badannya paling besar di antara jenis hamster lainnya yang ada di Indonesia. (Ukuran hamster Syrian dewasa mencapai 12 - 17 cm).

Saya pernah memelihara hamster jenis ini, baunya pesing banget, n suka banget menggigit, jari saya sempat berdarah. Jenis ini memang kurang jinak dan terkesan terlalu besar, kurang imut.

2. Hamster Mini Campbell


 
Hamster Campbell adalah hamster mini yang memiliki paling banyak variasi warna dan tipe bulu. Hamster ini termasuk dalam kelas hamster mini dengan ukuran dewasanya 9 - 12 cm. Karakter yang menonjol dari hamster ini adalah sifatnya yang lebih 'berani' dibanding hamster jenis lain.
Untuk saat ini hamster campbell masih menyandang sebutan sebagai "hamster galak" karena tidak jarang menggigit tangan kita. Tapi saya sendiri yakin kalau ini hanyalah akibat dari perlakuan yang salah dari para peternak dipadu dengan sifat 'berani' dari hamster campbell sehingga jika merasa terancam hamster campbell memiliki kecenderungan untuk menggigit.
Kelebihan Hamster Campbell. Hamster ini memiliki banyak variasi warna dan tipe bulu sehingga Anda memiliki banyak pilihan. Hamster ini termasuk pandai untuk ukuran seekor hamster dan ada sedikit tantangan bagi Anda untuk menjinakkan hamster-hamster Campbell yang selama ini dikenal galak.
Kekurangan Hamster Campbell. Karena banyaknya hamster campbell yang "salah asuh" dan menjadi galak, tentu saja hamster ini tidak cocok bagi anak kecil dan orang yang tidak rela mendapat satu atau dua gigitan. Hamster ini sering diternakkan secara massal sehingga kualitasnya banyak yang menurun, sama seperti hamster Syrian.

3. Hamster Mini Winter White


 
Hamster Winter White memiliki penampilan yang mirip dengan hamster campbell, tapi ada beberapa perbedaan ciri fisik. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat di link Jenis Jenis Hamster.
Hamster winter white dewasa sedikit lebih kecil dibanding hamster campbell, yaitu berukuran 7 - 9 cm. Umumnya memiliki 3 jenis variasi warna : Normal, Sapphire, dan Pearl.
Karakter hamster ini tenang, banyak juga yang penakut, dan kalau yang jinak biasanya senang memanjat ke tangan manusia. Banyak yang menyukai jenis ini dibanding hamster mini yang lain karena sifat manjanya ini.
Kelebihan Hamster Winter White. Persentase hamster winter white yang jinak lebih banyak dibanding jenis hamster mini yang lain. Hamster jenis ini bisa berubah warna menjadi putih jika ditempatkan di ruangan yang dingin dan kembali menjadi warna aslinya jika ditempatkan di ruangan yang bersuhu normal.
Kekurangan Hamster Winter White. Menurut pendapat saya sendiri hamster ini lebih malas dibanding hamster jenis lain, seperti lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur dibanding bermain. Hamster winter white juga ada yang galak dan menggigit, untuk kasus seperti ini biasanya hamster jenis ini menggigit dengan lebih keras dan sering tidak mau melepas gigitannya. Berbeda dengan hamster campbell yang biasa menggigit tapi kemudian langsung kabur.

4. Hamster Roborovski



Hamster paling kecil diantara semuanya. Hamster dewasanya hanya berukuran sekitar 5 cm. Hamster ini memiliki gerakan yang paling lincah, suka berlari dan melompat. Cenderung lebih takut pada manusia dibanding yang lain.
Hamster roborovski hanya memiliki 2 variasi, yaitu : normal dan white face (muka putih) dengan warna bulu kurang lebih sama yaitu punggung kekuningan dengan perut putih.
Kelebihan Hamster Roborovski. Salah satu hamster yang paling digemari juga karena ukurannya yang paling kecil dan mukanya yang paling berbeda dibanding hamster lain. Lincah dan suka bermain jadi terlihat lebih aktif.
Kekurangan Hamster Roborovski. Sulit dipegang karena biasanya mereka melompat jika berada di tangan manusia. Terlalu kecil untuk digenggam dengan nyaman. Sifatnya terlalu penakut. Hamster yang paling tidak cocok untuk anak-anak kecil yang baru mulai belajar memelihara binatang.

5. Hamster Hybrid



Yang dimaksud dengan hamster hybrid adalah hamster yang lahir dari hasil silangan hamster campbell dan hamster winter white. Hamster ini tidak boleh mengikut show dan biasanya hanya beredar di kalangan hobiist yang suka mengumpulkan jenis-jenis hamster.
Saat ini di Indonesia sendiri hamster hybrid dijual dengan harga mahal karena dianggap sulit dihasilkan, tapi ini hanya mitos. Asal Anda mengetahui induk dari hamster hybrid ini, Anda akan dapat menghasilkan hamster hybrid dengan mudah. Tapi hal ini sangat tidak dianjurkan karena dapat merusak genetika hamster yang bersangkutan, disamping resiko masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan.
Hamster Hybrid rata-rata mengambil bentuk seperti hamster winter white. Oleh karena itu banyak yang mengkategorikan hamster ini sebagai winter white. Jika Anda tidak berniat memiliki hamster hybrid, Anda harus berhati-hati ketika memilih hamster terutama untuk jenis winter white.
Kelebihan Hamster Hybrid. Sifatnya hampir sama seperti hamster winter white dan juga dapat berubah warna karena suhu dingin.
Kelemahan Hamster Hybrid. Dari beberapa catatan dinyatakan bahwa hamster hybrid lebih rawan terkena penyakit seperti tumor dan diabetes. Dan kelemahan lainnya pun sama seperti hamster winter white 



MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN PADA HAMSTER


Pada dasarnya,hamster merupakan hewan yg memiliki daya tahan tubuh yg kuat.namun,ada beberapa penyakit yg mungkin dapat diindap oleh seekor hamster.karena tubuhnya kecil,kadang sulit mengindentifikasi penyakit yg menyerang hamster.kesulitan lainnya adalah hamster yg terserang penyakit biasanya cepat menemui ajalnya,kurang lebih 1-7 hari.jadi jika tampak tanda2adanya serangan penyakit,hamster hrs segera ditangani.
Berikut ini beberapa penyakit umum yg menyerang hamster dan cara mengatasinya:

A.SALESMA
       Salesma atau pilek pada hamster biasa disebabkan oleh udara panas atau penurunan suhu secara drastis.suhu yg ideal untuk hamster antara 18-22 derjat celcius.selain itu,selesma juga dapat ditularkan dari manusia.
gejala salesma dimulai dari hamster yg sering bersin dan kluar cairan dari mata dan hidung.lalu hamster terlihat lesu,matanya setengah menutup dan slalu terlihat bergelung (tidur) disalah satu sudut kandang.ada kalanya tubuh hamster akan terasa dingin jika disentuh.
    slesma hrs segera diobati karena serangan yg lebih parahdapat menimbulkan radang paru2 dan akibat lebih lanjut dapat menyebabkan kematian.jika menunjukkan tanda2 slesma,hamster segera dipindah ke tempat yg lebih hangat atau di atas kandang diberi lampu.letakkan serbuk kayu sebanyak mungkin didalam kandang.hamster dapat diberi campuran susu,air,dan madu sebagai obat.dengan perawatan tersebut,dalam beberapa hari hamster akan terlihat membaik.

B.DIARE
       Terjadinya diare dapat disebebkan konsumsi sayuran dan buah2an yg berlebihan dan terus menerus,perubahan jenis makanan secara mendadak,kandang kotor yg tidak dibersihkan,atau adanya bakteri.ketika menderita diare,bagian ekor hamster terlihat slalu basah,terutama di sekitar anus dan ekornya.karena hamster sering buang air maka kandang akan berbau tidak enak serta terlihat kotor dan basah.biasanya,bau kandang hamster yg sehat tidak menyengat dan kering.
     Jika hamster terserang diare,perlu dikaji penyebabnya.
hal ini penting karena masing2 penyebab membutuhkan penanganan khusus.

1.Diare karena konsumsi sayur dan buah yg berlebihan
    Penanganan
hamster yg diare karena konsumsi sayur dan buah yg berlebihan sangat mudah.hentikan pemberian sayur dan buah sama skali dan ganti makanan tersebut dgn makanan kering khusus hamster.air minum dan botol khusus hrs slalu tersedia karena hamster yg menderita diare membutuhkan cairan lebih banyak.umumnya, kematian hamster yg diare disebabkan dehidrasi atau kurang cairan.dengan penanganan tersebut,kesehatan hamster akan membaik dalam 1-2 minggu.
2.DIARE KARENA JAMUR
    Serutan kayu yg jarang diganti dapat menjadi penyebab tidak langsung hamster diare.serutan kayu yg basah karena urin hamster akan ditumbuhi jamur Aspergillis.selain tumbuh pada serutan kayu bekas urin,jamur ini juga dapat tumbuh pada sayur atau buah makanan hamster yg membusuk.
    Hamster yg terinfeksi jamur ini akan menunjukan gejala2 seperti lesu,sulit bernafas,gatal2 pada kulit,dan diare yg kronis.jika tampak gejala tersebut,hamster hrs dipisahkan dari kelompoknya.kandang tempat penyembuhan hrs sering dibersihkan,minimal sehari sekali.hamster perlu dibawa kedokter hewan karena umumnya diperlukan obat antibiotik (Baytrill) dan obat anti jamur (Griseofulvin).selain hamster yg sakit,obat jugadiberikan pada hamster lain yg masih sehat karena penyebaran penyakit ini sangat cepat.penanganan yg terlambat dapat menyebabkan hamster mengalami kematian.

3.Diare karena bakteri
    Diare karena bakteri disebabkan oleh sejenis bakteri.penyakit ini dikenal dgn nama wet tail.penyakit ini bisa menyerang hamster yg berusia muda.penyebab utama penyakit ini adalah tingkat stres yg tinggi sehingga terjadi ketidakseimbangan jumlah bakteri yg biasa hidup di dalam usus hamster.hamster yg terkena penyakit ini menderita diare yg sangat parah sampai penampilannya sangat kotor,basah,dan disertai bau yg sangat menyengat.

    Jika tampak gejala2 di atas,hamster hrs secepat mungkin ditangani karena biasanya dalam waktu 24 jam hamster akan mati bila tidak diobati.biasanya,sebelum gejala tersebut hamster perlu disuapi,sedikit deni sedikit air dimasukkan ke dalam mulut hamster dgn bantuan pipet.pertolongan pertama yg akan dilakukan dgn pemberian obat anti diare (Kaopectate) dan sedikit antibiotik.umumnya,hamster yg menderita wet tail ini mati karena dehidrasi.penyakit ini hanya menyerang hamster siria dan tidak ditemukan pada hamster2 mini.penyakit yg menyerang induk hamster siria dapat menurun pada anak2nya.


PERLENGKAPAN MEMELIHARA HAMSTER



A.KANDANG
    ada beberapa jenis kandang yg tersedia di toko2 hewan.ukuran kandang yg ideal bagi seekor hamster yaitu tdk lebih kecil dari 25cm+30cm dan cukup tinggi untuk menempatkan sebuah roda mainan yg besar.semakin besar ukurannya,semakin baik kandang tersebut.selain kandang khusus hamster bisa juga diakuarium.

B.TEMPAT MAKAN DAN MINUM
    Tempat makan yg digunakan bisa terbuat dari plastik.adapun tempat minumnya,digunakan botol yg dapat mengeluarkan air jika hamster menjilat ujungnya.tempat minum yg berbentuk mangkuk ato wadah yg ditempatkan dalam kandang tidak dianjurkan kerna mudah tumpah.hamster termasuk hewan yg rentan terhadap air sehingga wadah seperti ini dapat membahayakan keselamatan hamster itu sendiri.

C.SERUTAN KAYU
     Serutan kayu biasa digunakan untuk mengalasi kandang hamster.selain sebagai alas tidur,serutan kayu juga berguna sebagai penyerap urin dan bahan untuk membuat sarang.penggantian serutan kayu perlu dilakukan secara rutin.untuk kandang berukuran kecil dan sedang,seritan kayu diganti sekitar 3 - 4 hari sekali.adapun penggantian serutan kayu dalam kandang berukuran besar dapat dilakukan seminggu sekali karena pada dasarnya hamster merupakan hewan yg bersih.

D.MAINAN
     Mainan yg umum digemari hamster adalah roda yg dapat berputar.mainan ini relatif murah dan mudah diperoleh,tetapi ukurannya hrs diperhatikan.jangan menggunakan roda berputar yg berdiameter kecil karena dapat menyebabkan luka punggung yg serius pada hamster.
E.MAKANAN
     Hamster adalah hewan pemakan segala (omnivora),tetapi tidak berarti boleh diberi segala jenis makanan.makan yg baik berupa campuran dari biji2an,kacang2an,jagung,dan pelet.biasanya campuran makanan ini telah mengandung vitamin lengkap yg dibutuhkan oleh seekor hamster.jgn memberikan makan kelinci untuk hamster karena jumlah proteinnya tdk mencukupi kebutuhan seekor hamster.hamster membutuhkan 18% protein,sedangkan kelinci hanya membutuhkan 14%.selain itu makanan kelinci juga mengandung obat anti-coccidiosis yg berbahaya bagi hewan lain,kecuali kelinci.ada beberapa jenis makanan yg tidak boleh dikonsumsi oleh hamster,antara lain :
- makanan yg sudah diberi bumbu
- segala jenis jeruk dan lemon
- makanan manis seperti coklat dan permen
- makanan anjing atau kucing karena memiliki kadar protein yg terlalu tinggi.
beberapa buah dan sayur yg dapat di konsumsi oleh hamster sebagai makanan selingan yaitu apel,wortel,mentimun,kol,selada,tomat,pisang,pir,anggur,melon,kacang polong,ubi merah,jagung,dan segala macam kacang lainnya.
beberapa kesalahan yg sering dilakukan dalam pemberian makanan hamster yaitu pemberian sayur atau buah sebagai makan utama dan ditambah biji bunga matahari.

IKAN HIAS YANG DIGEMARI DI INDONESIA

Jenis-jenis Ikan Hias

Lohan

Picture
Lou Han merupakan salah satu ikan hias yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga Cichlidae. Siklid merupakan keluarga besar yang terdiri atas ratusan spesies. Perkawinan silang antar Lou Han terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Lou Han adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetic ikan tersebut. Terdapat banyak produk pakan Lou Han yang beredar di pasaran dan menawarkan keunggulan masing-masing antara lain untuk pertumbuhan, perubahan warna, perkembangan nonong dan penampakan sisik mutiara, sehingga membuat bingung konsumen untuk memilihnya. Terdapat juga strategi pasar yang membuat pakan yang dwifungsi atau tiga fungsi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji berbagai merk pakan Lou Han yang beredar di pasaran terhadap perubahan warna khususnya warna merah pada ikan Lou Han Red Diamond, di samping itu untuk mengetahui pertumbuhan (pertambahan berat badan) ikan.

Rainbow

Picture
Ikan Rainbow merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena jenis ikan ini juga dapat merupakan komoditi eksport. Ada 2 jenis rainbow yang cukup terkenal yaitu rainbow Irian (Melano Tacnia maccaulochi dan Rainbow Anlanesi ogilby Telmatherina ladigesi ahl Rainbow Irian warna dasarnya keperak-perakan dengan warna gelap metalik sedangkan rainbow Sulawesi warna dasarnya kuning zaitun, dengan warna bagian bawah kuning jenis ikan ini termasuk ikan bertelur dengan menempelkan telur pada tanaman air.

Corydoras

Picture
Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati pecinta ikan hias dan mempunyai peluang ekspor. Selain digunakan sebagai ikan hias air tawar, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik di negara maju.
Walaupun ikan ini berasal dari Amerika Selatan, tetapi sejak lama telah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini dikenal mudah pembudidayaannya. Bentuk tubuh pendek dan gemuk, punggung lebih melengkung dibandingkan dengan perut, kedua sisi ikan dilengkapi dengan lempengan seperti tulang yang tersusun dalam dua baris, mempunyai dua pasang kumis yang terletak di rahang atas dan rahang bawah serta ukuran tubuh dapat mencapai 12 cm. Ikan Corydoras dapat dibudidayakan di kolam yang kandungan oksigen di dalam airnya rendah. Kondisi lingkungan cocok untuk jenis ikan ini adalah: pH 6-8, suhu 21.5-28 O C.
Dalam pemeliharaan ikan Corydoras diperlukan sarana berupa bahan dan alat, yaitu : - Induk ikan Corydoras betina dan jantan
- Wadah pemeliharaan berupa :
/ Bak pemeliharaan induk jantan dan betina secara masal, sekaligus sebagai tempat pemijahan, atau akuarium yang berukuran 60×40×40 cm.
/ Bak pemeliharaan larva dan benih secara masal
- Pakan
/ Pakan induk berupa cacing tubifex atau Chironomous serta jentik nyamuk.
/ Pakan larva berupa nauplii artemia
/ Pakan untuk pembesaran ikan Corydoras hingga siap dipasarkan adalah cacing tubifex

Severum

Picture
Ikan severum Cichlasoma severum adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat bagian Utara (S. Arhazone). Tubuhnya pendek, gemuk dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat kekuningan, atau hitam kecoklatan. Jenis ikan ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan Severum dapat dipelihara didalam aquarium atau bak semen kwalitas air yang diperlukan untuk pemeliharaan ikan severum yaitu: PH. : 5,5 – 7, temperatur air 21 – 25°C.
kan Severum sudah dapat dipijahkan setelah berukuran 12 – 15 cm. Induk jantan dari betina dapat dibedakan dari warna dan ukuran induk jantan berwarna lebih cerah dengan induk yang lebih besar dari betina. Makanan yang dapat diberikan jenis ikan ini antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.

Diskus

Picture
Ikan hias Diskus (Symphysodon discus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai negara.
Di Indonesia ikan Diskus sudah dapat dibudidayakan dan sangat potensil untuk dikembangkan karena selain dapat dipasarkan dipasaran lokal, juga dapat merupakan komoditas ekspor. Ciri khas dari ikan diskus ialah benetuk badannya tubuh pipih, bundar mirip ikan bawal dengan warna dasar coklat kemerah-merahan. Ikan diskus dapat dibudidayakan didalam Aquarium untuk sepasang diskus dapat ditempatkan dalam aquarium berukuran sekitar 75 x 35 x 35 cm kwalitas yang diperlukan untuk hidup dan berkembang ikan diskus yaitu di air yang jernih, temperatur sekitar 28 – 30 ° C pH (derajat keasaman) 5 – 6 selain itu kandungan Oksigen terlarutnya harus cukup tinggi yaitu lebih besar dari 3 ppm (part per million). Ikan Diskus sudah dapat dikembangbiakan setelah berumur antara 15 – 20 bulan. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.

Mas koki

Picture
Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias yang amat terkenal di kalangan penggemarnya. Pasalnya, ikan jenis ini sudah puluhan tahun terkenal di Indonesia. Bahkan, mungkin menjadi yang pertama dipelihara sebagai ikan hias. Meski begitu, ikan jenis ini baru mengalami perkembangan pesat peminatnya sekitar tahun 2000-an. Ikan yang aslinya dari Cina ini, bentuknya amat lucu dan menyenangkan. Ukurannya sedang sampai besar mencapai 20 cm. Namun, di Indonesia ikan jenis ini sejenis dengan ikan mas. Ikan ini senang merayap di dasar dan hanya sesekali berenang. Berbagai macam warna ada pada ikan mas koki, seperti merah, kuning, hitam, putih, dan ada pula campuran berbagai warna. Selain itu, ikan ini pun memiliki jenis atau varietas sangat beragam. Bentuk badan umumnya bulat atau gemuk. Makin bulat biasanya makin digemari para penggemar. Pada beberapa jenis, mas koki kepala singa (lion head) dan mata balon, tidak memiliki sirip punggung. Ada pula yang mempunyai sirip ekor satu dan dua buah, terbuka atau mekar serta panjang. Sementara yang jenis siripnya kuncup dan tidak mekar, tidak laku dijual atau tidak disenangi.

Adapun jenis ikanmas koki yg bagus, yaitu mas koki mutiara :

Picture
Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di
Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang dieksport dan harganyapun cukup tinggi.

Ikan Arwana

Picture
Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya. Ikan Arwana merupakan ikan yang berasal dari daerah subtropics dan tropis, sehingga arwana banyak di temukan di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Birma, Thailand. Habitatnya adalah sungai – sungai besar dengan arus
yang cukup deras. Arwana
yang ditangkap liar sekaran sudah sangat jarang sekali. Jumlah arwana
yang menurun drastic, apalagi ditunjang dengan banyaknya polusi air seperti sekarang. Arwana
yang beredar sekarang dipastikan merupakan hasil dari pembibitan
yang dilakukan para pengusaha pembibitan
yang sudah teruji mutu dan kualitas gennya. Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta arwana yang ada dimana-mana menjadikan arwana menjadi ikan legenda. Ikan Arwana
yang jenis asia
yang berwana keperak -perakan memiliki nama latin (Scleropages formosus) adalah ikan yang menjadi favorit bagi para hobbiis ikan hias nasional. Dengan warnanya
yang menakjubkan ada
yang silver, emas , merah dan hijau. Arwana menjadi favorit bagi banyak orang karena besar sisiknya
yang mempesona.Konon memelihara ikan arwana juga bisa membawa hokky hal inilah
yang menyebabkan harga ikan arwana di pasaran selalu tinggi dan stabil. Tidak seperti ikan-ikan hias jenis lain
yang harganya naik turun.

Ikan Cupang

Picture Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya anak – anak, karena ikan tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan tentera yang menarik bila di adu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta spendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher).

Asal Usul Kegiatan Perdagangan Ikan Hias Laut di Indonesia

Asal Usul Kegiatan Perdagangan Ikan Hias Laut di Indonesia


Picture
Menurut sebuah sumber (1) bidang akuarium air laut kemungkinan muncul pertama kali di Indonesia pada tahun 1922 di masa penjajahan Belanda, ditandai dengan berdirinya sebuah pasar ikan di Sunda Kelapa, sekarang Jakarta.  Akan tetapi secara pastinya, kegiatan ekspor ikan hias yang sebenarnya baru berlangsung selama 25 tahun terakhir ini.  Setidaknya inilah yang dikatakan oleh para nelayan dan eksportir yang sudah lama menjalankan usaha ini.  Sayangnya, sangat sedikit catatan perdagangan yang ada sebelum kurun waktu tahun 2000-an, juga, Departemen Kelautan dan Perikanan (berdiri tahun 1999) tidak pernah mensyaratkan para pengusaha/pedagang untuk memasukkan data perdagangan ikan hias laut mereka.  Akhirnya pada 2003, Marine Aquarium Council mulai beberapa kegiatan khusus untuk perikanan hias laut, antara lain melakukan survei terumbu karang, penilaian stok alam, monitoring hasil tangkapan para nelayan dan penjualan ikan sehingga gambaran perdagangan yang lebih akurat mulai bisa disajikan.  Yayasan LINI saat ini sedang melakukan proses re-organisasi terhadap sekian banyak data yang sudah dikumpulkan mulai tahun 2005-2007.  Hasil analisisnya akan muncul dalam bentuk  informasi tentang tren atau kecenderungan dari tangkapan dalam kurun waktu tersebut dan usulan Nilai Tangkapan Lestari (Total Allowable Catch) untuk masing-masing jenis ikan pada lokasi-lokasi tertentu. 

Tapi, bagaimana sebenarnya awal mula perdagangan ikan hias ini terjadi?  Ternyata selain menjadi sumber rempah-rempah utama yang “sempat” menarik pihak penjajah, Indonesia juga menjadi salah satu  pusat keanekaragaman dunia, baik laut maupun daratnya.  Makanya, tidak mengherankan jika sejak dahulu orang-orang sudah mengumpulkan tumbuhan dan hewannya untuk kemudian dibawa ke luar negeri dan disimpan di negara-negara maju.   Berjuta-juta spesimen yang dipajang dalam botol dan kotak kaca di berbagai museum terkenal dunia menjadi saksi bisu sejarah kegiatan pengumpulan berbagai flora dan fauna selama bertahun-tahun.  Naturalis Alfred Russel Wallace dalam kegiatannya dikenal selalu memperkerjakan tenaga lokal setempat, dengan tugas membantu mengumpulkan spesimen-spesimen flora dan fauna yang dijumpainya di setiap pulau yang disinggahinya.  Hasil pengumpulan selama bertahun-tahun itu digambarkan secara detil dalam bukunya yang berjudul “Kepulauan Malaya (The Malay Archipelago)”, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1871.  Hasil pengamatan Wallacea terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia telah membuahkan sebuah teori tentang seleksi alamiah, lepas dari teori yang sama yang dicetuskan oleh Charles Darwin. 

Para nelayan Indonesia lebih banyak mencari ikan-ikan konsumsi di daerah dalam dibandingkan dengan mencari di daerah terumbu karang yang jenis-jenis ikan konsumsinya lebih sedikit.   Kegiatan mencari ikan masih menjadi dominasi para pria;  keterlibatan perempuan dan anak-anak adalah dalam kegiatan mengumpulkan kerang-kerangan dan kepiting ketika air surut untuk dijadikan santapan, di beberapa tempat disebut “meti”.  Cara kerja mereka sangat simpel, yaitu mencari di sela-sela batu, di lubang ataupun genangan air, kemudian diambil menggunakan tangan atau dibantu alat seperti jaring, serok atau tombak kecil.  Hasil tangkapan ini diletakkan di keranjang kayu atau bambu.   Sering kali kita melihat cahaya dari ratusan lampu petromaks yang digunakan untuk membantu menerangi daerah pencarian di malam hari.  Selain karena surutnya terjadi pada malam hari, juga karena beberapa jenis biota laut hanya keluar ketika malam tiba. 

Tidak adanya fasilitas cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan, juga penampungan untuk menyimpan organisme yang masih hidup, maka umumnya hasil tangkapan itu akan langsung dimasak dan disantap.  Atau bisa juga dijual atau ditukar dengan barang lain.  Iklim yang lembab dan panas membuat proses pembusukan pada jaringan mati berlangsung sangat cepat!  Padahal, seandainya tersedia balok es dan kotak styrofoam, maka tangkapan tersebut bisa disimpan dan dikirim ke tempat lain (misalnya pembeli di kota dan sebagainya).  Selain dimasak, penduduk juga melakukan tindakan pengawetan dengan jalan membuat ikan asin atau ikan asap. 

Harga-harga dari ikan dan produk perikanan lainnya biasanya tergolong rendah di tingkat nelayan.  Walaupun, di daerah pariwisata, di mana terjadi penangkapan berlebih terhadap jenis tertentu seperti lobster dan tuna, harganya membubung tinggi.  Selain itu, karena para turis dari luar negeri lebih bersedia membayar lebih (dibanding turis lokal) untuk ikan-ikan yang masih segar, maka beberapa nelayan yang mensuplai ikan ke hotel dan restoran seafood dapat meningkat penghasilannya.   

Usulan-usulan untuk mengatur dan membatasi penangkapan dan penjualan lobster mendapat tantangan dari kalangan pengelola restoran seafood dan para penjual lobster.  Walaupun di beberapa tempat dengan jelas terlihat bahwa ukuran dan jumlah lobster sudah makin mengecil karena penangkapan berlebih,  para turis tetap akan memesan lobster untuk menu makan malam mereka, kecuali ada semacam edukasi untuk melakukan yang sebaliknya.  

Di luar keuntungan yang diterima oleh beberapa nelayan, lebih banyak nelayan yang masih berada di bawah garis kemiskinan.  Maka bayangkan betapa gembira mereka, begitu ada pembeli yang datang dan menawarkan untuk membeli ikan atau jenis yang selama ini tidak “dianggap”, jenis yang terlalu kecil untuk dijadikan ikan konsumsi dan juga karena termasuk jenis beracun, seperti Gurita Biru dan Ikan Lepu! 

Kegiatan pengumpulan organisme hias inipun berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya monitoring, dan demikianlah, seiring naiknya permintaan dari negara pengimpor maka  timbullah ancaman kelangkaan beberapa jenis ikan karena ditangkap secara berlebihan.  Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pasar ikan hias, para nelayan yang menjadi penangkap ikan hias ini benar-benar tidak punya gambaran berapa ”nilai” sebenarnya dari ikan yang mereka jual. 

Merawat Cupang Kontes

Merawat Cupang Kontes


Merawat ikan cupang hias siap kontes tidaklah sulit , yang diperlukan hanyalah ketekunan dan ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian pakan yang teratur , penggantian air akuarium yang teratur, dan tidak lupa pula melatih mental ikan cupang. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk mengontrol kondisi ikan cupang.

Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada waktu pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan tidak bagus khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan mengendap dan membusuk di dasar air)Pemekaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol aor mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang. Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu disemprotkan satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam pemberiannya cukup dengan dicuil-cuil.
Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali , bisa juga diberikan untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa makan makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.
Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es, secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk akan mengambang.Cuk diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk "membangunkan" cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air bersihdan siap disajikan
Jika masih susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah juga bisa diberikan , namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung. Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimal pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang plastik.
Seminggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan merendam wadah itu dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah dicuci dengan bersih dan dijemur.Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit.

Budidaya Ikan Cupang Hias

Budidaya Ikan Cupang Hias

Pendahuluan
Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang spesifik yang dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai ekonomis, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan yang memiliki syarat-syarat tersebut adalah ikan cupang hias.
Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.
Wadah Budidaya
Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.
Ciri-ciri khusus
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
Ciri-ciri ikan betina :
Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :
  1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
  2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
  3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
  4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
  5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
  1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.
-SELAMAT MENCOBA-